Jumat, April 23, 2010

Lilin Untuk Gelandangan dan Pengemis

Warna Tulisan     Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika melihat para Gepeng (gelandangan dan pengemis) yang banyak kita jumpai diperempatan jalan, lampu merah, terminal bis, stasiun KA, rumah makan bahkan sekarang sudah mulai masuk kerumah-rumah ?

Lilin Untuk Gelandangan Dan PengemisMasalah Gelandangan dan Pengemis memang merupakan masalah pelik diantara kita, sebagian dari kita akan dengan cepat mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang malas bekerja dan hanya mengharapkan belas kasihan orang, bahkan ada yang dengan sinis mengatakan bahwa kaum Gepeng ada yang mengkoordinirnya. Seorang teman saya berkata bahwa ia hanya akan memberikan uang kepada pengemis cacat atau pengemis yang sudah tua dan tidak akan memberikan uang kepada anak-anak karena katanya “kecil-kecil kok sudah mengemis, bagaimana nanti kalau sudah besar …!” atau ada juga seorang teman yang mengatakan bahwa ia tidak akan memberikan sedekah atau uang kepada pengemis muda, alasannya uang tersebut ternyata dibelikan rokok dan minuman yang memabukkan. Bahkan teman saya yang lain berkata bahwa ia tidak akan pernah memberikan uang kepada pengemis yang menggendong bayi …, apa sebabnya … ?, ternyata pernah suatu ketika, katanya, ia mendengarkan percakapan seorang ibu yang akan meminjam bayi dari ibu lainnya untuk diajak mengemis.

Meski demikian tidak sedikit juga diantara kita yang beranggapan bahwa mereka adalah korban dari kesulitan ekonomi, bukankah tidak ada satu pun manusia yang ingin dilahirkan menjadi orang miskin, yang hidupnya mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Hal tersebut yang mungkin dirasakan oleh para anak jalanan, gelandangan dan pengemis.
Kondisi kemiskinan yang berlangsung lama di daerah asal mereka dimana desa tempat mereka tinggal tidak lagi memberi lapangan pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, lahan yang semakin menyempit, sementara jumlah penduduk desa terus bertambah, sehingga terjadilah migrasi ke kota dengan impian mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik. Ternyata di kota sama saja terlebih bagi mereka yang rata-rata tidak dibekali oleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Ini berakibat pada sulitnya mereka memperoleh pekerjaan, kemudian menganggur dan menjadi gelandangan pengemis.

Secara individu apakah yang dapat kita lakukan terhadap kemiskinan dan bagi orang-orang miskin (Gelandangan dan Pengemis) yang kerap kita temui dijalan-jalan … ? apakah kita hanya sekedar berharap bahwa itu semua semata-mata adalah urusan dan tanggung-jawab Pemerintah, bahwa fakir-miskin dan gelandangan dipelihara oleh Negara, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 ! mengharapkan Pemerintah dalam kondisi seperti ini .... ? kelihatannya saat ini Pemerintah tengah disibukkan dengan berbagai macam urusan mulai dari Bank Century, Gayus, dan masih banyak lagi yang jelas mengindikasikan bahwa Pemerintah sendiri perlu melakukan ”pembersihan atau pembenahan” diri.

Lilin Untuk Gelandangan Dan PengemisJadi apa yang sebaiknya kita lakukan ??? masihkah kita berharap kepada Pemerintah ... ? atau apakah kita turut menghakimi bahwa mereka adalah orang-orang malas ? kalau saya, memilih lebih baik melakukan hal-hal yang sederhana, yaitu memberikan uang atau sedekah sekedarnya, bukankah lebih baik kita menyalakan lilin kehidupan daripada kita mengutuk kegelapan ... !!!



YMads.com
CPM Advertising

97 komentar:

jarno mengatakan...

ada orang kaya karena ada orang miskin, maka berbagilah..

Bunglon Blog mengatakan...

mampir mas...
saya setuju dengan pendapat mas, lebih baik berbagi meskipun dengan hal2 kecil daripada hanya turut menghakimi dengan hujatan kata yang akan semakin membuat sengsara..
Sukses Slalu!

Gudang Ilmu mengatakan...

saya jadi sedih nie masss

masterGOmaster mengatakan...

semoga kedepan lilin bisa dijadikan untuk listrik yang padam

kartu kredit mengatakan...

mungkin hanya keiklasan saja bila memberi, entah itu pengemis sebenarnya atau bukan.
Menurut sy para masyarakat kurang mampu didata dan diverifikasi untuk memastikan agar yayasan amal dapat melakukan distribusi secara tepat sasaran dan bermanfaat.

tovarossi mengatakan...

sebaiknya qta selalu berbagi untuk orang sekitar yang tidak mampu, biar mereka juga merasakan sedikit kesenangan seperti apa yang qta rasakan

Alvhie aja ga pake N mengatakan...

semoga kita semua termasuk dalam orang yang selalu menyalakan lilin dalam kegelapan.

ina mengatakan...

ada benarnya...
klo kecil gini udah ngemis besok gedhe mo jdi apa...?? tpi kenyataan seperti itu, mereka bahkan tak sekolah...

lalu??
wktu Na liat ada anak muda ngamen, kadang NA jg gini : "Kenapa gag cari kerja saja??"

tpi itulah kenyataannya :D
klo cmn mengandalkan pemerintah, seperti yg tertera dalam UUD "Fakir miskin dan anak terlantar diperlihara oleh negara" benarkah???
klo benar, knp masih ada???

bingung jg :D

muth2 mengatakan...

tapi...
gag ada salahnya kita berbagi....
toh kewajiban kita membantu sesama :)
ya kan???

akhatam mengatakan...

Memang sebenarnya sangat susah untuk membedakan mereka orang-orang yang gelandangan dipinggir jalan.. Ataukah dia/mereka hanya seorang penipu ataukah orang pemalas...

Sungguh memprihatinkan.!!

Johnson Manurung mengatakan...

@ Jarno : betul sahabat ada kaya & miskin selayaknya yang kaya berbagi dengan yang miskin.

@ Bunglon : betul sahabat lebih baik kita berkuat meskipun hanya kecil.

@ Gudang Ilmu : edih adalah wajar namun mungkin lebih baik kita berbuat sesuatu meski hanya kecil.

@ Master : semoga saja sahabat walau hanya dlm kondisi "sempit" dalam ruangan.

Terima-kasih para sahabat atas kunjungan dan supportnya. Salam

Johnson Manurung mengatakan...

@ Kartu Kredit : benar sahabat daripada menduga2 lebih baik kita memberi dengan ikhlas.

@ Bang Tova : selayaknyalah kita mau berbagi

@ Alvhie : walau hanya nyala lilin dia tetap vermanfaat dalam kegelapan.

@ Ina & kembaran : tepat sekali Ina, keadaanya seolah2 sudah terkondisikan & sementara Pemerintah masih dalam tataran wacana & terkadang tidak tepat sasaran. Berbagi itu indah.

@ Akhatam : benar sekali Pak, meski demikian biarlah itu tidak menghalangi kita untuk saling berbagi.

@ ALL : Terima-kasih sahabat atas kunjungan dan komennya. Salam Persahabatan

aan mengatakan...

disamping kita harus peduli kpd sekitar kanan-kiri,pemerintah jg tdk boleh tinggal diam doong,bwt apa kita pnya pemerintah..

al-basri mengatakan...

salam..
pastinya tidak adil untuk mengatakan mereka malas bekerja, yang jelas sering terjadi keterbatasan peluang pekerjaan. hal ini terjadi dimana saja...
disinilah ujian keperihatinan pihak pemerintah.

terima kasih sob, saya baru memahami maksud'gelandangan'..hehe salam hangat

Ferdinand mengatakan...

aku sendiri sih kdang jengkel juga sama Gepeng yg emank kayanya Ngemis karna Males tp ya aku sih mikirnya ga usah Sudzon lah klopun dia bohong kan dia yg tanggung....

Mau sedikit share nie Sob...waktu itu aku pernah ketemu Pengemis yg biasa aku sering liat di jalan nah wakt itu aku lagi naik Angkot nah ternyata sekarang Ngemis model'y udah ganti SOb...pura2 ga punya Ongkos tuk pulang kampung wlah2....aku bukannya sudzon tp coba sobat pikir tuh pengemis minta aku bayarin Angkot'y nah aku kasih 3 rbu kan cukup tuh malah dia marah2 abiz tu tidur paz aku turun aku perhatiin dari jauh dia malah naik angkot jurusan yg pertama aku naik padahal bilangnya mau ke jawa barat hahaha.......

munir ardi mengatakan...

ada yang mengemis memang karena malas tetapi ada juga yang memang tidak punya apa-apa jadi untuk bertahan hidup tiada jalan lain

archv3nture mengatakan...

sekarang juga banyak pengemis yang sudah terorganisir..yang jaringanya luas hingga kedaerah...gmn tuh sob?

emka mengatakan...

hem...bagus banget kawan saya suka baca,,,nya
namun saya berpikir siap yang pantas disalah kan...atas semua ini...nggak ada...yang mau kan...
kita butuh...persatuan dan saling menyayangi...menciptakan lingkungan yang asri..dan tentram dan tentunya itu semua tak kan terwujut tanpa adnya kesadaran dari..semua pribadi..bangsa kita...

Johnson Manurung mengatakan...

@ Aan, Basri : setuju mas, pemerintah harus berperan aktif.

@ Ferdinand : makasih sahabat atas sharingnya

@ Munir : benar sekali Pak

@ Archv3nture : betul sahabat kemiskinan dimanfaatkan oleh orang2 yg tidak bertanggung jawab.

@ Emka : betul sekali sahabat kita harus bersatu dan saling berbagi.

@ ALL : terima-kasih sahabat atas kunjungan dan komennya, salam persahabatan.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Tetaplah memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan karena dengan begitu kita akan tetap dapat mengasah rasa kepedulian kita terhadap sesama. Mensyukuri segala nikmat, sekecil apapun nikmat itu kemudian berbagai bersama adalah sisi positif yang dapat kita ambil dari kehadiran pengemis disekita kita.

Sharing ilmu mengatakan...

yang penting kita sudah berbagi entah itu uang nya untuk beli minuman,rokok atau pun untuk diserahkan ke orang tua untuk biaya hidup.. berarti kita peduli kepada mereka tgl mereka apakah memanfaatkannya atau menyiakannya.

tapi sekarang saya jarang liat gepeng malah sekarang yg merajalela anak-anak punk..
ngamen memakai pakaian ketat dan mulut bau alkohol tindikan di mana-mana kadang liatnya jg risih campur ngeri..
hahahhaha

rahmatea mengatakan...

kewajiban kita semua sebagai saudara sebangsa dan senegara......untuk menolongnya,
karena pemerintah sepertinya sulit untuk di andalkan....salam.

Siapapun Suka mengatakan...

wah agak susah jg nih kalo udah kebanyakan yg jd gepeng...UUDny gak diaplikasiin sih...cuma bt simbol aja...UUD ttg gepeng tu UUD 34 ya?,,fungsiny bt apaan yah?,bingung....???


salam blogger,,

http://siapapunsuka.blogspot.com

Blogger Bumi Lasinrang mengatakan...

semoga kita bisa berbagi dengan orang miskin

munir ardi mengatakan...

berkunjung melalui hp di sekolah, selamat siang pak

NurAd1K mengatakan...

Pengemis saat ini banyak yang karena malas..... Saya melihat.. badan masih bugar, kekar, tidak cacat. Tapi hanya baju yang compang-camping. mereka mengemis2.. Padahal merekamampu untuk mencari nafkah. padahal banyak juga yang memiliki kecacatan tapi mereka mampu mencari nafkah tanpa harus mengemis.

lina@home sweet home mengatakan...

Saya setuju dengan Pak Johnson, daripada berpikir negatif, sedekah aja semampu kita, sesering mungkin...

Abdul Hafizh mengatakan...

Kunjungan balik mas. Duh,, jgn ngemis deh .. Masih banyak pekerjaan halal menanti .. :)

tomo mengatakan...

Gelandangan dan npengemis harus di arahkan ke tempat dan jalan yang benar menurutku kawan

uswah mengatakan...

Selain pemerintah, masyarkat juga harus turun tangan demi masa depan pengemis dan gelandangan

netmild mengatakan...

wah saya terharu melihat ini dan membaca artikel ini indahnya berbagi mari kita berbagi

munir ardi mengatakan...

mampir membaca artikel ini lagi pak

Regi_Adi mengatakan...

kita memang harus berbagi nih... kunjungan perdana Mas... kalau sempat, mampir ya ke blog saya..

Abdul Hafizh mengatakan...

Kunjungan pagi mas. Tukeran link yuk .. Konfirmasi di blog saya ya mas .. :)
Keep share.

Abdul Hafizh mengatakan...

Link sudah dipasang di link sobatku. Sekalian saya follow yah mas .. keep share.

engagement rings mengatakan...

Kalau sedang ada uang lebih, biasanya saya beli susu kotak agak banyak, untuk pengemis anak2 yang jumlahnya lumayan banyak di Bogor...

Goyang mengatakan...

terkadang faktanya pengemis menjadi profesi ya mas

Johnson Manurung mengatakan...

@ Bang Iwan : menumbuhkan kepedulian dengan berbagi sebagai ungkapan rasa syukur.

@ Sharing, Rahmatea : menolong dan berbagi bagi yang membutuhkannya.

@ Siapapun Suka : benar sobat kita tidak bisa hanya mengandalkan UUD ...

@ Lasinrang : setuju sahabat

@ All : thank atas komen dan supportnya.

Johnson Manurung mengatakan...

@ NurAd1k & Abdul Hafizh, Tomo, Uswah : betul sahabat, semoga saja mereka yg masih muda dan kuat bisa menyadarinya dan Pemerintah atau institusi terkait dapat mengarahkan mereka.

@ Bu Lina/ER : betul bu daripada kita mengira2 lebih baik kita berbuat dan memberikan semampu kita, salam

@ Pak Munir : makasih ya Pak

@ Regi Adi : makasi sahabat, saya akan berkunjung

@ Goyang : semoga saja tidak sampai begitu ...

@ ALL : terima-kasih sahabat atas kunjungan dan mau berbagi komen disini. Salam

Regi_Adi mengatakan...

blog ini sudah saya follow Mas... terima kasih sudah follow blog saya...

Munir Ardi mengatakan...

baru datang dari perjalanan jauh sekali pak

Miss Rinda mengatakan...

setuju banget,mulai dari diri sendiri,jangan cuma bisanya nyela pemerintah..artikelnya bgs bgt

Irvan mengatakan...

Tapi memang ini juga ga lepas dari sikap mental kita yang maunya enak tanpa susah akhirnya ngemis deh, kadang kita sudah bantu tapi mereka malah sepertinya keasikan dengan bantuan orang.

Akhirnya ngemis jadi satu2nya jalan deh, padahal kalau mau usaha sepertinya masih ada jalan, bukannya masih ada program Trans ?
Belum lama ini saya pergi ke daerah Trans dan ternyata kehidupan mereka sudah jauh meningkat jika dibanding di daerah asal mereka, bahkan banyak juga yg sanggup menyekolahkan anak2 mereka sampai menjadi sarjana bahkan s2, nah kenapa yg lain tidak mengikuti ya ?

Johnson Manurung mengatakan...

@ Regi Adi : saya juga sudah follo sahabat

@ Munir : bisnis atau acara keluarga Pak

@ Miss Rinda : setuju mbak kita harus mulai dari diri sendiri.

@ Irvan : betul sahabat, kita memang harus berusaha !

Risma Hutabarat mengatakan...

Menurutku, lebih baik memberi pancing daripada memberi ikannya, ito.

Pengemis sekarang, tidaklah "semiskin" yang kita duga. Saya sudah terlalu sering melihat pengemis ibu2 yang tukar menukar anak untuk membangkitkan iba ketika mengemis. Saya juga pernah melihat pengemis dengan kaki yang terbalut perban dikerubuni lalat di perempatan lampu merah ternyata berjalan dengan santai sesudah berganti baju di sore harinya.

Saya juga pernah melihat pengemis yang sehabis mengemis di sore hari, menggunakan uang yang didapatnya itu untuk membeli ayam goreng KFC dan memakannya di balik pohon.

Makanya, saya memutuskan hanya akan memberikan sumbangan untuk mereka melalui yayasan ataupun lembaga sosial lainnya. Mereka bisa mengubah bantuan kecil itu menjadi pelatihan/pembinaan ataupun untuk membuat tempat tinggal yang layak bagi para pengemis itu. Dengan begitu, mereka tidak akan menjadi pengemis lagi selamanya. Dibandingkan kalau memberi mereka seribu rupiah di pinggir jalan, yang akan habis begitu saja. Dan mereka akan akan tetap menjadi pengemis kan?

Nah, itu pendapat saya loh, to :)
Mommy Mayonnaise
Female Stuffs
Blog Perempuan Rumahan
Cerita Film

Belajar Bisnis Online mengatakan...

memang manusia diciptakan sebagai makhluk yang mempunyai jiwa sosial, haruskah kita pungkiri hal itu dengan menghujat mereka yang menjadi pengemis. Dia juga tidak mau ditakdirkan seperti itu.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Selamat Pagi Bang..
Selamat berakhir pekan.

mimi mengatakan...

mimi sedih nih...

cellular mengatakan...

masalah gepeng emank sulit diatasi hr ini di garuk/raziz ga lama ngumpul lagi, sepertinya emang ada yg koordinir

healthy guidelines mengatakan...

Semua harus disadarkan, baik pemerintah maupun gepeng tsb..Orang masih segar bugar kq bisa jadi Gepeng :-(

Fenomena Alam mengatakan...

inspiratif sekali kisahnya mas...ini buat perenungan kita yang kadang lupa...makasih kawan..

Skydrugz mengatakan...

ini persoalan yang rumit...

memang sulit untuk mengharapkan pemerintah untuk turun tangan langsung dalam menangani masalah pengemis...

kita harus melakukan swa-usaha

ZIEK mengatakan...

Menghadapi jaman yang semakin susah apakah mengemis di jadikan alasan utama ????
anda mungkin belum tahu penghasilan pengemis sehari ada yang mencapai Rp 50 ribuan..
dirumah nya punya hewan peliharaan sapi..???
aku sampai tidak percaya,,,

Frank mengatakan...

mapir mampir...apa kabar mas??
salam hangat penuh semangat dari blogger garut selatan hehehe

bonk AVA mengatakan...

kalo saya lebih mending gak usah memberi sedekah pada pengemis, mungkin mas gak kepikiram bahwa, pengemis lebih kaya daripada kita, kita yang kaya punya utang puluhan juta tentu saja yang kaya itu pengemis yang gak punya utang sama sekali, dan gak mau berusaha untuk bekerja yang hallal. bahkan ada pengemis yang punya mobil mewah. malah lebih kaya daripada kita...

http://www.saultsteelers.com/ mengatakan...

ijin komentar,,, Baclink dropeeed

Herdoni Wahyono mengatakan...

Gelandangan dan pengemis menjadi pemandangan rutin khususnya di kota-kota besar. Kita sering menjumpai mereka di tempat penyeberangan jalan, tempat ibadah, lampu merah, dan kolong jembatan. Problem sosial dari waktu ke waktu yang belum terpecahkan secara tuntas sampai sekarang. Adakah solusi yang cespleng dengan segera dapat mengentas mereka dari lilitan keterpurukan ?

Butik Bella mengatakan...

Sebagian dari gepeng menjadikan hal tersebut sebagai 'profesi' yang cukup menggiurkan bagi mereka2 yang malas ataupun emang dah mentok kehabisan akal buat kelangsungan hidup. Saya pernah membaca di sebuah majalah yang mengikis habis tentang kehidupan pengemis yang sesungguhnya meski tidak semuanya begitu. Bisa dikatakan mereka lumayan hidup berkecukupan di desa (tempat mereka berasal), malah ada gepeng yang meraih keuntungan sebesar 3jt dalam sebulan. Hihiii.. luar biasa sekali yah.. Untuk saya pribadi, jujur saya tuh mood2an kalau ngeliat gepeng.. yah maksudnya liat2 juga gepeng-nya yang bagaimana dulu, tetapi biasanya saya suka gak tega liat yang masih di bawah umur dan wanita tua.. yah yang bisa saya lakukan saat ini hanya memberi uang sepantasnya seperti biasa yang banyak dilakukan orang-orang di luar sana...

netmild mengatakan...

wah gila donk kalo sebulan bisa 3 juta la kita dari bloggign belon tentu dapet $$

sehat-mu mengatakan...

ok sobat..
semoga dapat saling berbagi..
tapi paling tidak tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah..

FajarbukaN mengatakan...

irtulah kodrat manusia,.... tergantung kita menjalaninya,..... Hidup Mulia Mati Syahid

Anonim mengatakan...

suka dengan postinganmu
salam hangat dari blue

Q Ingin Bisa mengatakan...

wah kang membaca postingan milik akang jadi kasihan saya, emng seharusnya gak ketang sedikit uang ataupun barang perlu kita sedekahkan, untuk mereka, karena kemungkinan besar mereka utusan sang kholik untuk menguji keimanan orang kaya, seikhlas apakah orang kaya tersebut, banyak kejadian orang kaya jadi miskin karena gak mau menyedekahkan sebagian harta mereka, oke kang saya suka dengan postingan kamu ini sukses buat akang

van mengatakan...

kalo ngeliat para pengemis2 gitu ya *ngenes* bro,,tp y kita harus ngapain lagi kalo gak mmberikan sedikit sedekah...:D

Abdul Hafizh mengatakan...

Berkunjung balik nih mas. . just posting something .. keepshare .. :)

Bunglon Blog mengatakan...

mampir mas...mff baru bisa berkunjung
selamat beristirahat...
Sukses Slalu!

Seri Bahasa mengatakan...

sebenarnya segala permasalahan bisa diatasi. itu terpulang dari kebijaksanaan pemerintah. memberi bantuan dari segi keuangan bukanlah solusi jangka panjang tapi menyediakan infrastruktur untuk mereka bertapak serta menyediakan pekerjaan adalah yang terbaik.

dimastw mengatakan...

bagaimana kalau kita mentraktirnya susu, atau vitamin c. bukankah itu lebih baik dan kita juga akan merasa lebih nyaman dari memberi, nggak perlu takut vitamin c/susu itu bakal dibeliin minuman keras atau rokok

netmild mengatakan...

wah kemana aja kang lama tidak jumpa...sibuk kah..oia met weekend ya..hv a nice day

kapten teknologi mengatakan...

sebagai sesama manusia sudah selazimnya kita saling berbagi untuk sesama. nice post

Bunglon Blog mengatakan...

singgah mlm disini mas...
selamat menikmati istirahat malam..
Sukses Slalu!

Catatan Cahaya mengatakan...

gak dikash gak tega di kash nnti kebiasaaN tuh.. duh biNGung emNG NIEH pak... saya kadang klo ngasih suka mikir2 alias pilih memilih degh

ARUN P mengatakan...

Visiting here for updates.....
Kindly visit mine... ll do de same :)

odonk's mengatakan...

emang benar pak...
tapi kadang2 ada segelintir orang yang mengaku sebagai fakir miskin yang meminta ke tiap rumah, namun sebenarnya mereka hidup dengan layak atau bisa dikatakan mewah.mereka hanya berpura2 menjadi fakir miskin lalu menggganti pakaian mereka yung membuat orang menjadi prihatin...
dan segelintir orang ini menganggap klo mengemis itu adalah sebuah bisnis yang mengunutngkan...

penghuni60 mengatakan...

penuh inspirasi critanya, mantap deh postingannya...
pa kbr sobat?

syahidacomputer mengatakan...

bahwa sebagai rasa syukur kita, dan sebagai rasa kemanusiaan, maka sebaiknyalah kita tetap selalu memberi bantuan moril dan harta kepada saudara kita yang belum beruntung. Siapa tahu nanti kita juga mengalami kurang beruntung... Tetaplah berbagi sesama ummat.

adhitya fazri mengatakan...

wah salut boz....
udah rame ya room disini....

Anonim mengatakan...

waduh gimana kita mengikhlaskan pemikiran saja jika melihat seperti sedemikian
salam hangat dari blue

runingsmansev mengatakan...

waaaaa....jadi pingin nangis >.<

mixedfresh mengatakan...

seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kesejahteran para gepeng, jangan cuma bisa razia tanpa ngasi solusi

Project M mengatakan...

mereka adalah kaum yang tersisih, semoga hati kita bisa membedakan mana yang baik dan yang ga

Ambar mengatakan...

halo Pak, apa kabar nie???
aku suka dengan postingannya..
tapi menurut Bapak benar atau tidak anak2 dijalanan ada yang mengendalikan?? katanya sih ada bos-nya jadi mereka yang nerima uang hasil ngamen ataupun ngemisnya anak2.. kalo seperti itu baiknya bagaimana Pak?? Karena terkadang agak sulit memilah antara yang benar dan yang tidak..

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

mampir sore menyapa sahabat..
Ada Award yang butuh jemputan.

Wiwied mengatakan...

::: rangkaian kata yang menggugah empatisme... ^_^v

::: yah benar, menyalakan lilin kehidupan bukan hanya harus di rumah dan hati sendiri rupanya...

::: berbagi, bersama, bersaudara,,,, semoga tergerak untuk banyak insan termasuk sendiri... ^_^v... nice article ^_^

Lina Marliana mengatakan...

apa salahnya membagikan sedikit rizky kita untuk mereka, apapun niat mereka meminta2, yg penting niat kita ikhlas.. sedangkan mereka yg meminta2 hny untuk dipergunakan buat judi atopun minum2, biarlah itu urusan dia dgn Allah SWT, bgmn mempertanggung jawabkan perbuatannya..

Indahnya berbagi..

cucu mengatakan...

Ikut Prihatin dengan kondisi negara kita sekarang
susah dibedakan antara kenyataan dan dusta,
antara kebutuhan dan hobi.
antara Hitam dan Putih

Jaga diri baik-baik, dan ajak orang sekeliling untuk mulai menjaga dirinya,,

Moh. Ghufron Cholid mengatakan...

Aku membaca, aku mengindara dan merasa

ryan kurniawan mengatakan...

ane pernah di ajak mengemis di toko swalayan... rasanya ga enak banget...
tapi ga ada salahnya kita saling berbagi kepada sesama.. . walopun sedikit, toh harta kita ga akan berkurang.. . malah akan bertambah.. .


comment balik yo..

Tutorial, Tips, Trick, Info. mengatakan...

kok dikasih lilin, dikasih pekerjaan kenapa sih...

Sekarung Info mengatakan...

iya tuh buat apa mereka dikasi lilin? hwhw dikasi uang saja

Program Skripsi Teknik Informatika mengatakan...

kapan ya angka kemiskinan bisa berkurang

register domain in India mengatakan...

Very useful article you have got here. I love reading this kind of stuff. This is truly a great read for me. I hope to see more articles from you.

gemarMENCARIilmu mengatakan...

kalo masih banyak pejabat yg korupsi, yg miskin jadi tambah banyak

distributor sprei mengatakan...

ga thank you nice and very helpful info, greetings and salutations successful bloggers, I'm from the blog
sprei
bedcover

Jefry mengatakan...

Kita harus banyak berbagi dengan mereka sebab mereka adalah tanggung jawab kita karena masih saudara kita
nice share gan..

Anonim mengatakan...

I've been searching for a reliable article on this for about a week, and this has been a great help. I shall be getting this re-tweeted for definite.

Review my page: fast cash loan for bad credit

V-neck tshirts mengatakan...

Any wаy I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently fast.

Posting Komentar