Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai sekarang, banyak kita dengar atau kita baca di media cetak dimana para konsumen/nasabah yang tidak puas dengan pelayanan petugas Bank. Meskipun terkadang belum jelas benar apa penyebabnya, adalah wajar kalau pada akhirnya yang dipertanyakan adalah standar kualitas layanan dari petugas bank.
Pelayanan memang tidak sebatas bicara penyelesaian tugas pekerjaan atau hubungan baik dengan pelanggan, tetapi pelayanan yang baik/service excellent juga dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan segenap hati sehingga dapat memberikan dampak positif, dimana individu pelanggan yang dilayani memperoleh kepuasan dari layanan tersebut.
Sadar atau tidak, seringkali kita mengerjakan pekerjaan kita sebagai suatu rutinitas belaka terlebih ditengah kesibukan dan tuntutan agar pekerjaan cepat selesai, sehingga tidak memberikan dampak positif bagi yang dilayani, semua berjalan dengan datar tanpa adanya sentuhan "hati" dalam pelayanan.
Dengan mencintai dan menikmati pekerjaan, akan tercipta kondisi kerja yang menyenangkan, melahirkan kreativitas yang bermanfaat dan memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan tempat kita bekerja dan lebih dari itu memberikan dampak positif bagi pelanggan yang dilayani dan pada gilirannya memberikan dampak positif bagi kesuksesan individu.
Sebenarnya usaha-usaha untuk meningkatkan standar kualitas layanan yang baik telah banyak dilakukan oleh pihak perbankan, diantaranya melalui pendidikan yang diselengarakan oleh masing-masing bank. Namun mengingat masih ada (banyak) komplain atau keluhan dari pelanggan/nasabah, maka perlu adanya kajian secara mendalam mengenai materi pendidikan dan bila perlu menjaga keseimbangan persentase materi yang diajarkan antara teoritis produk perbankan dan kemampuan berkomunikasi dari petugas bank.
Salam


