Sangat ironis, ketika kita mendengar ataupun menyaksikan ternyata masih ada Hakim, Jaksa, atau Polisi yang sejatinya adalah “para pendekar penegak Hukum” ternyata justru melanggar hukum, bahkan para anggota Dewan yang terhormat yang dipilih langsung oleh rakyat ternyata ada juga yang tersangkut masalah hukum belum lagi anggota DPR yang bicara lantang mengatasnamakan rakyat namun semata untuk kepentingannya atau kelompoknya.
Inilah cerminan saat ini dimana masih ada “orang-orang terhormat” baik dari sisi jabatan maupun intelektualitas ternyata tidak memiliki kemampuan untuk meguasai dirinya, prilaku ini mengingatkan kita akan ucapan Kahlil Gibran sebagaimana dikutip dibawah ini :
Benarkah bahwa masih ada sebahagian dari para “pendekar penegak hukum” yang masih memiliki sikap seperti anak-anak ?
Sungguh membingungkan, mungkin saya hanya bisa berkata bahwa kita adalah bangsa besar dan taat dengan agama, namun juga sarat dengan berbagai masalah seperti korupsi, suap menyuap, jual beli kasus dan lain-lain.
Mungkin hanya Anda yang bisa menjawabnya !
Read More......
Inilah cerminan saat ini dimana masih ada “orang-orang terhormat” baik dari sisi jabatan maupun intelektualitas ternyata tidak memiliki kemampuan untuk meguasai dirinya, prilaku ini mengingatkan kita akan ucapan Kahlil Gibran sebagaimana dikutip dibawah ini :
Kalian suka sekali membuat undang-undang, tetapi lebih senang lagi melanggarnya. Kalian seperti anak-anak yang dengan asyik dan seriusnya membuat istana pasir di pantai, lalu sambil tertawa gembira menghancurkannya sendiri.
Benarkah bahwa masih ada sebahagian dari para “pendekar penegak hukum” yang masih memiliki sikap seperti anak-anak ?
Sungguh membingungkan, mungkin saya hanya bisa berkata bahwa kita adalah bangsa besar dan taat dengan agama, namun juga sarat dengan berbagai masalah seperti korupsi, suap menyuap, jual beli kasus dan lain-lain.
Mungkin hanya Anda yang bisa menjawabnya !



